Seminar Deradikalisasi Hari ini, isu-isu deradikalisasi keagamaan yang membuat para pemeluk agama menjadi intoleran dan bahkan menciptakan benih-benih terorisme cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia. Sikap Toleransi agama, sikap saling pengertian dan menghargai tanpa adanya diskriminasi dalam hal apapun, khususnya dalam masalah agama. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak (Plural) khususnya dalam Konteks keyakinan masyarakat Indonesia, maka dari itu pada kesempatan ini, jumat 29 Juli 2016 Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan seminar dengan tema “Deradikalisasi dan Toleransi dalam Beragama; Membangun Kehidupan Beragama yang Harmoni dan Mencegah Kekerasan Mengatasnamakan Agama”, yang mana seminar tersebut bertujuan untuk membangun Masyarakat yang Toleran. Menurut Manachem Ali, MA. Salah satu Narasumber pada seminar ketika menyinggung adanya gerakan radikal, Persoalan teks, tidak lepas dengan konteks sejarah, teks tidak lepas dengan ruang hampa, teks hadir karena ada masalah sosial. Sangat ‘konyol’ ketika kita memahami kata hanya satu perspektif saja ( arabic). Hampir kebanyakan yang kita baca adalah refrensi barat, tapi orang barat telah membicarakan kita. Jadi dalam pembahasan itu kita perlu mensinergikan antara keduanya ( Barat dan Timur)”. Lebih lanjut dia menberi contoh, akan sikap toleransi yang ada di Indonesia “Orang Islam Suku Tengger dan orang Hindu Suku Tengger kenapa tidak pernah ada konflik keagamaan?. karena meraka mempercayai bahwa suku tengger mempunyai nenek moyang yang satu yaitu Aji saka. Mereka mempercayai bahwa masyarakat suku Tengger adalah cucu-cicit dari Aji saka, ada garis persaudaraan”. Tandasnya. Sedangkan Narasumber yang kedua (Abdul Fatah, SH., MH. lebih meyoroti terkait konflik atas nama agama perspektif hukum dan HAM, menurutnya peran pemerintah dalam menangani kasus-kasus intoleran saaat ini masih parsial, seharusnya pemerintah memunculkan banyak wacana, tidak hanya melihat satu sudut pandang saja, dan peran masyrakat sangat besar dalam mewujudkan masyarakat toleran dan menciptakan deradikalisasi”.