Surabaya- Fakultas Hukum Universita Muhammadiyah Surabaya kembali menyelenggarakan bedah buku (Rabu, 3/5), kali ini FH Umsurabaya mendatangkan langung penulis buku “Berkelahi Melawan Korupi, Tunaikan Janji, Wakafkan Diri” yaitu mentan pimpinan KPK RI Dr. Bambang Widjoyanto, SH., LL.M. buku tersebut merupakan buku trilogi Bang BEWE (sapaan akrab Bambang Widjoyanto) tentang pemberantasan korupsi di Indonesia, yaitu: (1). Bewe menggugat ; kriminalisasi membungkam suara rakyat; (2). Berkelahi melawan korupsi, tunaikan janji, wakafkan diri; (3). Berantas korupsi reformasi; catatan Bewe.

Hadir juga Dr. Himmawan Estu Subagiyo, SH., MH. (Kabiro Hukum Pemprov Jatim) sebagai pembanding satu dan Muridah Isnawati, SH., MH (dosen Hukum Pidana FH Umsurabaya) sebagai pembanding dua dan Abdul Fatah, SH., MH. Sebagai moderator. “Catatan-catatan kritis yang dibuat oleh Bewe merupakan bentuk kritis dan pengalaman yang disampaikan dengan tidak kaku, namun ringan yang memuat istilah-istilah keseharian agar sekup pembaca dapat dipahami oleh khalayak umum” ungkap muridah isnawati menanggapi isi Buku.

Jihad melawan kejahatan berkaitan cerita dibalik layar dari pemberantasan korupsi oleh berbagai pihak, termasuk berguru pada dinasti banten, penegakan kasus Century, dan membongkar praktik kotor korupsi simulator SIM. “Mewakafkan diri menunaikan janji merupakan simbol keistiqomahan dari Bewe sebagai pejuang anti-korupsi dan pejuang hak asasi manusia yang perlu diteruskan walaupun tidak menjadi komisioner KPK lagi”, ungkap Himmawan Estu Subagiyo, memberikan apresiasi terhadap Bang BeWe.

Dalam keempatan itu, Bang BeWe mengatakan, Buku ini sebetulnya berisikan pengalaman selama 4 tahun menjadi komisioner KPK, saya merasa berhutang sebagai pejabat publik untuk mengemban amanah dalam rangka tugas dan kewajiiban untuk kemaslahatan, bukan untuk kepentingan kelompok saja, tapi untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa, keadilan, dan menciptakan kesejahteraan sosial. Kasus-kasus korupsi di Indonesia saban hari terjadi di Negeri ini kita tidak hanya memberitakan tentang pelanggaran korupsi di Indonesia, namun juga harus ada konsolidasi gerakkan korupsi dari orang-orang baik di Indonesia. Pemberantasan korupsi harus mempunyai paradigma agar dapat mengetahui based on theoretic paradigm dalam menjalankan pemberantasan korupsi. (hr/adm)