Rekomendasikan Reformasi Hukum Indonesia Melalui Mekanisme Internasional, Dosen FH UMSurabaya Paparkan Mater Pada Webinar Nasional Wajah Hukum Indonesia 2021

Kamis (18/03) Jurusan Hukum dan kewarganegaraan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Kembali menggelar webinar seri ke 2 dengan tema wajah hukum dan Pendidikan di Indonesia tahun 2021. Webinar yang dimoderatori oleh I Kadek Darma Santosa. S.H., telah digelar melalui platform zoom meeting dan juga disiarkan langsung di Youtube yang diikuti oleh 250 lebih peserta dari akademisi guru dosen, maupun mahasiswa yang sangat antusias mengikuti acara tersebut.

Prof. DR.I Wayan Lasmawan. M.Pd. selaku Wakil rektor 2 dan guru besar fakultas hukum dan ilmu sosial universitas Pendidikan ganesha menjadi Keynote Speaker pada acara webinar tersebut. Dan ada 8 Narasumber diantaranya, Ruslan.S.Pd.,M.Ed. (Universitas Syiah Kuala Aceh), Dr. I Nengah Suastika. M.Pd. (Universitas Pendidikan Ganesha), Dr.Budi Hermawan Bangun.S.H.,M.Hum. (Universitas Tanjung Ponrianak), Dr. Herman.S.H.M.Hum. (Universitas Negeri Makasar), Satria Unggul Wicaksana Prakasa. S.H.,M.H. ( Universitas Muhammadiyah Surabaya), Dr. Anak Agung Gede Dwirahadi Santosa. S.D.,M.Hum. (Universitas Udayana), Putu Rony Angga Mahendra. S.Pd.,M.Pd. (Universitas Dwijendra), dan yang yang terakhir Dr Dewa Gede Sudika Mangku. S.H.,LL.M. (Universitas Pendidikan Ganesha).

Pada pemaparan tentang wajah hukum dan Pendidikan di Indonesia tahun 2021 Prof. DR.I Wayan Lasmawan. M.Pd. menjelaskan bahwa dilihat dari perwajahannya, wajah hukum Indonesia masih utuh masih sangat potensial menyampaikan keadilan dan untuk menegakkan kebenaran lalu masih mempunyai harapan baik, masih menjanjikan, hanya butuh ketegasan dan keberanian. Sedangkan Pendidikan di Indonesia pada saat ini masih mempunyai kendala diantaranya pemerataan akses dan fasilitas, ketersebaran SDA yang belum merata, sistem tata Kelola yang belum padu, dan alokasi pendanaan yang belum memadai. Dan sekarang ditambahi dengan hadirnya covid-19 pada tahun 2020 memunculkan problema baru dalam sistem Pendidikan Indonesia yang membuat meningkatnya angka putus sekolah yang dikarenakan angka kemiskinan meningkat salah satunya karena banyak yang kehilangan pekerjaan sehingga kemampuan ekonominya menurun. Dan dampak dari pandemi covid-19 membuat sistem dan praktek Pendidikan “kedaruratan”. prof wayan menyimpulkan wajah Pendidikan Indonesia saat ini masih baik-baik saya hanya sedikit “kuyu” karena pandemi dan harapan baik masih terbuka lebar hanya butuh sinergisitas yang lebih padu.

Sesi yang kedua Ruslan.S.Pd.,M.Ed. membawakan materi tentang wajah Pendidikan tahun 2021. Menurutnya pada saat ini tidak bisa memprediksi mengambarkan secara faktual bagaimana akan terjadi secara real 2021 terkait Pendidikan di Indonesia dan hanya sebuah prediksi Pendidikan di Indonesia saat ini terdapat pada kekuatan meliputi peran orang tua sebagai guru, yang kedua siswa belajar secara mandiri melalui media sosial maupun platform yang sudah disediakan, guru bisa memanfaatkan media sosial tersebut dan masyarakat yang mendukung dalam situasi saat ini. Beliau juga menjelaskan bagaimana kondisi Pendidikan sebelum pandemi dan sesudah pandemi.

Dr. I Nengah Suastika. M.Pd. membawakan materi tentang wajah Pendidikan tahun 2021 dari prespektif digitalisasi dan eksistensi pendidik. “Pada awalnya kita berpikir peran pendidik itu akan semakin menurun bahkan ditinggalkan, kenapa demikian karena kita berpikir era globalisasi era digitalisasi. Kita berbicara mengenai big data analytic, artificial teknologi dimana robot-robot cerdas akan mengantikan keterampilan manusia. Kemudian pembelajaran yang kita lakukan dengan proses digitalisasi yang saat ini bersifat asinkronus, yaitu pada tempat yang berbeda dengan waktu yang sama. Sumber belajar saat ini bisa diakses kapan saja dan dimana saja, kemudian evaluasi juga dilakukan dengan sistem digital” paparnya

Kemudian dilanjutkan oleh Dr.Budi Hermawan Bangun.S.H.,M.Hum menyampaikan gagasanya mengenai strategi dalam pemenuhan tuntutan dari sekolah hukum, jurusan hukum yang ada di Indonesia dengan melakukan berbagai tahap strategi meliputi yang pertama mengenai meningkatkan keahlian dan pengetahuan bagi mahasiwa, yang kedua menciptakan program khusus sehingga memiliki kapasitas intelektual bagi mahasiswa yang terlibat diberbagai fakultas hukum dan memiliki exposure terhadap hukum. Selanjutnya penyampaian materi ke empat yaitu dari Dr. Herman.S.H.M.Hum. yang menjelaskan dari sudut pandang  prespektif administrasi negara.

Kemudian narasumber ke lima Satria Unggul Wicaksana Prakasa. S.H.,M.H. menyampaikan materi mengenai Hukum internasional dan sumbangsih dalam reformasi hukum di Indonesia. “pemahaman hukum internasional menjadikan kesadaran atas pentingnya reformasi hukum di Indonesia semaki menguat. Sehingga, analisir dalam pembaharuan hukum semata demi kepentingan responsif perkembangan situasi global, bukan sebab politik transaksional semata”. Ungkap satria unggul

Dilanjutkan narasumber ke enam oleh Dr. Anak Agung Gede Dwirahadi Santosa. S.D.,M.Hum. yang menyampaikan materi tentang Hukum dan Pendidikan hukum di Indonesia. Lalu, Putu Rony Angga Mahendra. S.Pd.,M.Pd. memaparkan materi tentang Nilai ekologis Pancasila di era new normal. Dan narasumber terakhir Dewa Gede Sudika Mangku. S.H.,LL.M. menyampaikan materi tentang penanganan covid-19 di wilayah perbatasan.

Youtube Webinar Nasional Wajah Hukum Indonesia 2021 Klik Disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *