Pengabdian Kepada Masyarakat dan Sosialisasi: FH UMSurabaya

Dalam rangka terwujudnya nilai-nilai keadilan yang sering digaungkan khususnya di fakultas hukum. Kali ini DPRD Jatim bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengurusutamaan Gender. Sosialisasi tersebut bertempat di Grand Surya Hotel Kediri pada tanggal 25 September 2021 yang diselenggarakan dari jam 14.00-22.00 WIB.

Adapun para pembicara yang dihadirkan dalam sosialisasi ini yang pertama Dr. Asri Wijayanti,S.H.,M.H. (Dekan Fakultas Hukum UMSurabaya). Yang kedua Dr. A Basuki Babussalam,S.H.,M.H (Dosen Fakultas Hukum UMSurabaya). Dan yang ketiga adalah Dr. Andriyanto.S.H., M.Kes. Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Peserta sosialisasi ini diikuti masyarakat Kediri dan Nganjuk yang kebanyakan dari perempuan.

Gender merupakan pembedaan peran, atribut, sifat, sikap dan perilaku yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dan peran gender terbagi menjadi peran produktif, peran reproduksi serta peran sosial kemasyarakatan. Pengertian kesetaraan gender merujuk kepada suatu keadaan setara antara laki-laki dan perempuan dalam pemenuhan hak dan kewajiban. Pengarusutamaan Gender bukanlah suatu program atau kegiatan melainkan suatu strategi pembangunan untuk mencapai suatu keadilan dan kesetaraan.

Pada kesempatan tersebut Dr. Andriyanto memaparkan bahwa “di era seperti sekarang perbedaan gender tidak menjadi alasan untuk melakukan praktek-praktek ketidakadilan”. Hal tersebut sesuai dengan perda jatim nomor 9 tahun 2019 tentang Pengurusutamaan Gender.

Asri Wijayanti menambahkan, bahwa pemahaman terhadap konsep Feminism Post Modern sampai sekarang masih menjadi kesenjangan yang cukup mengkhawatirkan, “tidak hanya dipengaruhi oleh kuasa laki-laki khususnya dalam budaya jawa yang memang patriarki, praktik ketidakadilan gender diperparah karena kaum perempuan yang sebenarnya menjadi korban, malah menikmati ketidakadilan tersebut”, imbuhnya.

Dengan adanya sosialisasi kali ini diharapkan adanya kesadaran terkait kesetaraan gender khususnya terkait hak, kedudukan, dan peran perempuan dalam masyarakat. karena sampai dengan saat ini diskriminasi berdasarkan gender masih terjadi diseluruh aspek kehidupan dengan sikap yang bervariasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *